Seberapa banyak dari kita yang sering mengucapkan kata itu?
Mengucapkan kata maaf terkadang tidak mudah. Kita harus meluruhkan harga diri, dan ego kita. Dengan meminta maaf, secara tidak langsung kita telah mengakui bahwa diri kita melakukan kesalahan. Tapi dengan begitu kita akan belajar untuk menerima kenyataan bahwa kita tidak selamanya benar.
Dan tulisan ini saya dedikasikan kepada mereka yang merasa tidak nyaman dengan eksistensi saya.
Entahlah, belakangan ini hubungan personalku dengan beberapa orang tidak berjalan baik. Mungkin seambrek kesibukanku membuatku terlihat apatis, gak-mau-tahu dengan segala hal yang berotasi dalam duniaku, sehingga kita semakin berjarak. Atau Mungkin sifatku yang arogan dan sifat-sifat yang dianggap minus lainnya menaikkan tensi beberapa orang.
Ada yang dengan terang-terangan marah, ada pula yang hanya berani bicara di belakangku. Tak pelak pula ada yang mendiamkanku begitu saja. Ah, aku jadi keki sendiri, teringat tulisan yang baru beberapa hari yang lalu aku posting; tentang MARAH. Aku sendiri termasuk orang yang sulit untuk mengungkapkan marah secara verbal.
Tapi Ya… kembali lagi, itu cara kalian memberiku efek jera, mungkin. Marah lah. Itu lebih baik. Aku hargai itu. Tapi plis, beri satu penjelasan saja apa yang membuat kalian marah. Kalau memang pada kenyataannya aku salah, ya sudah, aku akui kesalahan itu. Kalau ada yang berani “ngalah” untuk menjadi orang pertama yang minta maaf, lantas apa susahnya memberi maaf? :)
Hmmm… udah ah, tulisan ini akan semakin gak jelas kalau diterus-terusin…
Gud night everyone,
keep your heart alive, live your life fully <3

