Dengan linglung
di ujung kidung mendengung
hati canggung meraung
mananti pancung?
Pergumulan batin dengan dunia nampaknya tidak lekas berhenti sampai di situ. Hiruk pikuk dunia semu semakin menggemakan euforianya, menjanjikan pemenuhan atas jiwa-jiwa yang merasa kosong di tengah-tengah limpahan nikmat yang seandainya saja mereka sadari. Sementara di lain tempat, yang terpanggil jiwanya akan dengan segera menemukan kembali jalan setapak menuju kekekalan yang tiada habis akan kenikmatan, selamat dari kesesatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar