Minggu, 08 Januari 2012

Distorsi


Dengan linglung
di ujung kidung mendengung
hati canggung meraung
mananti pancung?


Tidak banyak definisi yang mampu dicerap meskipun semesta sudah berulang kali mengirimkan bentuk kebesaranNya. Jiwa-jiwa terpaku pada dunia semu yang sejatinya tidak akan pernah tertuankan sampai kapan pun. Perjanjian suci dengan Pencipta memudar seiring hasrat yang memberingas untuk berkuasa; menguasai segala hal ihwal atas nama kebahagiaan, kepuasan, kemapanan dan bahkan keabadian.

Pergumulan batin dengan dunia nampaknya tidak lekas berhenti sampai di situ. Hiruk pikuk dunia semu semakin menggemakan euforianya, menjanjikan pemenuhan atas jiwa-jiwa yang merasa kosong di tengah-tengah limpahan nikmat yang seandainya saja mereka sadari. Sementara di lain tempat, yang terpanggil jiwanya akan dengan segera menemukan kembali jalan setapak menuju kekekalan yang tiada habis akan kenikmatan, selamat dari kesesatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar