Kemarin hariku terlewati dengan ceria lagi. Alhamdulillah, I love You more Ya Rabb :')
Di pagii hari firda mengajakku keliling kota Makassar, membayar rekening telepon dan servis motor. Aku jadi teringat peranku biasanya waktu di rumah Mojokerto: disuruh ke sana kemari, membeli ini itu, mengantarkan kesana kemari... Tiba2 jadi kangen orang rumah nan jauh di sana, hiks. Apalagi kedatanganku ini bisa dibilang kontroversial. Aku sudah minta izin sih... Ayah sah sah saja, malah menyokong dana. Ayahku is the best lah pokoknya. Di lain pihak ibundaku masih agak ragu dan enggan memberiku izin. Tapi aku yakin, seumpama aku tetap pergi ke Makasssar (dan kenyataannya demikian) kemudian Ibuku mengetahuinya, aku sekali lagi yakin Beliau tidak akan marah. Insya Alllah, aamiin...
Hari berjalan lambat sekali kemarin. Dari pagii hujan sudah mendera. Sempat reda sebentar waktu siang dan berlanjut lagi
menjelang sore. Alhasil, rencana untuk foto angkatan yang semula pukul 15.00 WITA mundur menjadi pukul 17.00 WITA. Benar2 bikin galau nungguin hujan, nungguin teman2 yg lain ngumpul, ribet ini itu dan segala tetek bengeknya. Hmmm, tapi seru kok. Apalagi waktu nyampe di studio foto. Benar2 berekspresi mereka semua, I really love the time when I was with them :)
Dan semua keseruan tidak berhenti sampai di situ. Kebersamaan dn "kegilaan" kemudian berlanjut di pantai Losari setelah shalat maghrib tentunya. Ah, finally I came bach to that memorable place. Langit telah gelap, namun tidak mengurangi rasa kagumku. Ah, afida...lebay sekali kau, hehee. Tapi jujur, aku hampir tidak menyadari kalau tempat itu adalah pantai Losari seandainya saja tidak ada huruf2 balok besar terbuat dari beton yang berdiri tegak di sana. It was totally changing! Semuanya benar2 berubah. Bebatuan di pinggir pantai, para penjual2 itu, patung hewan2 yg dulu menjadi tunggangan favoritku.... Sudah tidak ada lagi. Ya jelas lah, secara 12 tahun aku pergi...
Aku dan teman2 mengobrol ngalor-ngidul, membahas ini itu termasuk rencana liburan akhir pekan nanti. Sebelum pengamen yang datang semakin banyak, kami bergegas pergi menuju rumah makan (ternyata perut nggak kenyang kalau cuma diisi sama guyonan dan ketawa2, hehehe). Makan, bercanda lagi, bertukar cerita dan keadaan masing2 seperti apa... Hampir semua cerita intinya sama: BERJUANG! Dengan kuliahnya, skripsi, pekerjaan, mencari kerja, keluarga dan anak2... Moodku dalam tingkatan sangat2 excited semalam. Banyak pelajaran yg aku peroleh tapi tidak dapat aku sebutkan di sini. Yah, biarlah mengendap dalam otak dan hatiku saja. Sehingga dapat kugunakan sebagai bahan bakar di saat aku membutuhkan semangat :)
Jarum jam membawa waktu berlalu terlalu cepat. Kami bergegas pulang (ternyata masih ingat rumah juga anak2 ini, lol). Menuju rumah firda, yg aku tinggali selama di Makassar, aku dibonceng pembalap. Truly like Valentino Rossi. Aku sudah lama tidak kebut2an bang (semenjak kecelakaan waktu itu). Motor melaju bak kilat, membelah malam tanpa ragu (atau tanpa takut ya? Huft), Sesekali aku berteriak karena ulahnya itu; serong kanan, serong kiri, memotong jalan, ambil kaban mendahului yg lain, alamaaakk =,=" ngeri sangat, tapi aku, sekali lagi, menikmatinya :D
*...*...*
Pagii ini aku menghabiskan waktu dengan berjalan2, menyusuri blok Minasa Upa. Layaknya pantai Losari, perumahan ini pun berubah. Sangat drastis malah. Tapi tadi aku masih mengingat gang, belokan dan rumahku dulu dengan tepat... Blok AB 9 nomer 11... Sekrang rumah itu megah nian, berbalik 180 derajat dengan dulu. Rumah tetangga2ku juga... Mungkin banyak yg sudah pindah, termasuk teman2 sepermainanku semasa kecil dulu... Angin pagii sedikit mempermainkan tatanan kerudungku, namun juga membelai pipiku lembut, tiba2 teringat ibundaku lagi... Ah, sampai detik ini aku belum memberitahunya bahwa aku sudah berada di Makassar. Maafkan anakmu ini, bundoo T.T
*to be continued*


Tidak ada komentar:
Posting Komentar