Apa mau dikata, Dia adalah angin yang cerdik. Aku sama sekali tak mengetahui arah mana yang selanjutnya akan dia lalui. Tak perduli seberapa kencang aku berlari mengikuti jejaknya, tak perduli seberapa sabar aku meniti jalan yang disisakannya, dia tetaplah angin yang tak dapat kupahami meski telah lama aku mengenalnya. Dia tetaplah angin yang tak ingin diusik…
Ya, Percuma saja, Dia tetaplah angin yang bebas, datang dan pergi sesuka hatinya. Tak perduli sekuat apa aku menariknya untuk datang padaku, tak perduli seberapa besar usahaku untuk menahannya agar tak pergi… dia tetaplah angin yang tak pernah dapat kusentuh meski dapat kurasakan keberadaannya. Dia tetaplah angin yang merindu kebebasan, di sana…
Ah, lihatlah. Betapa bodohnya diriku meluapkan semua kata-kata itu. Terlalu jujur dalam mengungkapkan perasaan hanya akan membuat kita lemah di mata orang lain.
Angin, oh angin, hal apa yang paling kau suka selain membuatku galau….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar