"Ayah... di sini sakit, ini juga... sakit... semuanya sakit!" Aku terus merintih kesakitan, membuat Ayah menjadi bertambah tidak tega melihatku. Namun aku tahu, di dalam hati Ayah ingin memarahiku atas ulahku yang mengendarai motor ugal-ugalan dan sak karepe dewe hingga membuatku menderita luka-luka seperti saat ini. Namun sepanjang perjalanan pulang, Ayah hanya diam -Ayah selalu saja diam-, dan aku yang dibonceng, terus menangis sembari bersandar di punggung Ayah.
Genap satu minggu aku terbaring di ranjang. Kulaih? Well, jangan tanyakan kuliah ataupun segala aktivitas lainnya. Semuanya kutinggalkan... Dan segalanya begitu terasa berarti ketika aku tidak bisa melakukannya. Mungkin aku kurang bersyukur, iya, aku kurang bersyukur atas apa-apa yang telah kudapatkan dalam hidup ini. Jadi, mungkin ini cobaan, ujian... ya semacam itulah yang diturunkan kepadaku. Aduh, ampun Gusti Pengeran... Hamba banyak lalai... {pengen nangis, lagi}
Dengan kejadian ini... aku belajar banyak, sangat banyak. {Alhamdulillah yah...} Seperti Kembali Belajar Berjalan. Dan satu hal yang cukup kusesalkan sekaligus kusyukuri adalah segala perhatian dan kasih sayang yang terus mengalir dari Ayah dan Ibu... Ayah dan Ibu... Kenapa aku selalu merepotkan mereka? Selalu membuat mereka susah, huft. Aku menyesal, prihatin melihat diri sendiri yang belum mampu membalas jasa-jasa mereka... aku masih saja membutuhkan mereka. Ayah yang selalu mendengarkan kekesalan dan gerutuku tanpa pernah sekali pun memarahiku. Ayah yang dengan sabar menuruti semua keinginanku, meski terkadang itu terlalu kekanak-kanakan. Iya, aku masih selalu kekanak-kanakan... Ibuku yang selama satu minggu ini {dan semenjak kecil dulu} memandikanku dan menyuapiku tiga kali sehari. Tak ketinggalan olehnya memijat-mijat tangan dan kakiku yang lebam karena kecelakaan motor, mendoakanku agar segera diberi kesembuhan oleh Sang Maha Kuasa... Ya Robb... Aku sangat menyayangi mereka, sayangi dan lindungilah mereka selalu.... {gak kuat nahan nangis}
Genap satu minggu setelah "lumpuh" dari segala aktivitas, aku Kembali Belajar Berjalan. Iya, benar-benar belajar berjalan di atas kedua kakiku... dan ini adalah hal yang sulit. Aku... belum bisa. Dan adikku yg beda 1,5 tahun dariku mengataiku "Jalanmu seperti nenek2". Aduh, nenek-nenek pun lebih lihai berjalan daripada aku. {Eits. Gak boleh menyerah!} Dan di luar hal-hal fisik tersebut, aku pun Kembali Belajar Berjalan. Kembali belajar menata diri, menata kehidupan meski setapak demi setapak, selangkah demi selangkah... perlahan tapi pasti mungkin prinsipku saat ini. Aku boleh berjalan terbata-bata sekarang, tapi aku yakin suatu saat aku pun dapat berlari kencang, menembus angin dan meraih segalanya! {Get motivated MODE: ON}
Semoga Alloh SWT selalu membimbing diri yang lemah ini, amin...
Bismillah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar