Hari ini tanggal 30 Agustus 2012
ya? Baiklah, haruskah aku mengukir tanggal itu? Membuatkan prasasti sebagai
bukti bahwa hari ini saya pada akhirnya menggenapkan hati untuk benar-benar
memulai babak baru dalam hidup saya? Kalau begitu, tentunya orang tersebut
sangatlah istimewa. Tapi… mmmh, sebenarnya nggak juga sih. Saya hanya… hari ini…
mmmh, bahagia. Itu saja :)
Dan kisah ini berawal dari dua pasang gelas berisi kopi, kali ini kopi hitam, yang ternyata cukup membuat perut saya perih ketika sampai rumah. Tapi tak apalah, hal itu bukan menjadi fokus utama dari cerita saya kali ini.
Entahlah, saya merasa kali ini saya benar-benar berbeda. Paling tidak, menjadi sedikit lebih berbeda dengan tidak melakukan kebiasaan lama saya. Sebut saja, saya lebih memilih untuk menenggak kopi hitam malam ini. Padahal... aduh, seumur-umur kalau ngopi ya kalau nggak moccacino ya cappucino. Ini nih, entah apa ya... saya merasa ada sesuatu yang berbeda saja. Semoga pertanda baik :)
Banyak hal yang dituturkan pria yang duduk di ujung meja sebelah kiriku. Sementara aku terkadang hanya tersenyum, dan ya... agak malu sebenarnya. Plus, bercampur rasa takut dan dag-dig-dug tidak karuan. Ini pertama kalinya seorang pria berkata serius. Bukan mengajak pacaran, tapi to the point "Will you marry me?" Oh God, if only I can freeze the time, I would be happy to disappear and get home as quick as possible. I prefer deny that question than answering it directly in front of the man who kept watching my eyes as if there was something attractive to see.
Dan serbuk kopi hitam yang melebur dalam seduhan air panas perlahan menjangkiti tubuhku. Mendobrak sel-sel lama yang kian usang. Menarik kembali diriku yang sempat hilang dari kehidupan, back to life and have a new stage of life to live in. If it is your plan, I trust on You to make me the rest of the story, God... Saya telah membuat keputusan, dan tentunya itu semua juga tak lepas dari kendali dan kuasaMu, Rabb... Jadi, saya pasrahkan segalanya kepadaMu :))
Dan kisah ini berawal dari dua pasang gelas berisi kopi, kali ini kopi hitam, yang ternyata cukup membuat perut saya perih ketika sampai rumah. Tapi tak apalah, hal itu bukan menjadi fokus utama dari cerita saya kali ini.
Entahlah, saya merasa kali ini saya benar-benar berbeda. Paling tidak, menjadi sedikit lebih berbeda dengan tidak melakukan kebiasaan lama saya. Sebut saja, saya lebih memilih untuk menenggak kopi hitam malam ini. Padahal... aduh, seumur-umur kalau ngopi ya kalau nggak moccacino ya cappucino. Ini nih, entah apa ya... saya merasa ada sesuatu yang berbeda saja. Semoga pertanda baik :)
Banyak hal yang dituturkan pria yang duduk di ujung meja sebelah kiriku. Sementara aku terkadang hanya tersenyum, dan ya... agak malu sebenarnya. Plus, bercampur rasa takut dan dag-dig-dug tidak karuan. Ini pertama kalinya seorang pria berkata serius. Bukan mengajak pacaran, tapi to the point "Will you marry me?" Oh God, if only I can freeze the time, I would be happy to disappear and get home as quick as possible. I prefer deny that question than answering it directly in front of the man who kept watching my eyes as if there was something attractive to see.
Dan serbuk kopi hitam yang melebur dalam seduhan air panas perlahan menjangkiti tubuhku. Mendobrak sel-sel lama yang kian usang. Menarik kembali diriku yang sempat hilang dari kehidupan, back to life and have a new stage of life to live in. If it is your plan, I trust on You to make me the rest of the story, God... Saya telah membuat keputusan, dan tentunya itu semua juga tak lepas dari kendali dan kuasaMu, Rabb... Jadi, saya pasrahkan segalanya kepadaMu :))
Bismillahirrahmanirrahiim… dengan
ini saya berharap ke depannya. saya mampu menjadi lebih baik lagi. Bantu hamba
Ya Rabb, berikanlah yang terbaik untuk hamba. Atau lebih tepatnya, berikanlah
segala sesuatu yang memang pantas Engkau berikan bagi hambaMu yang dloif ini,
Ya ‘Azza wa Jalla… Hamba tidak menuntut, saya hanya meminta, memohon kepadaMu,
Engkau yang Maha Memiliki segala yang ada di dunia ini. Sedangkan hamba hanya insan
yang papa, wajarlah jika hamba terus mendengungkan kidung doa dan harapan hanya
kepadaMu. Aku tahu, Engkau Maha Pendengar dan Maha Mengabulkan segala
permintaan hambaMu Ya Rabb…
Mudahkanlah jalanku.
Kuatkanlah hatiku.
Ringkaskanlah urusanku…
Genapkanlah keyakinanku…
I LOVE YOU MORE, YA RABB :))











